CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Telah disyahkan

Telah disyahkan

Kamis, 22 Januari 2009

Mempelajari AUXILIARIES VERBS

AUXILIARIES VERBS

Auxiliaries verbs atau kata kerja Bantu merupakan kata yang bersifat melakukan atau membantu kata kerja penuh (full verb) . Kata kerja itu menjelaskan kepada kita tentang sesuatu kejadian . Macam dan penggunaan auxiliaries verbs diterangkan sebagai berikut:

(1) Shall

Shall digunakan untuk menunjukkan keakanan (futurity) dalam kalimat:

- Salah: I shall going to Bandung tomorrow.

- Benar: I shall go to Bandung tomorrow.

(Saya akan pergi ke Bandung besok).

- Salah : We shall buys a new house in Jakarta.

- Benar: We shall buy a new house in Jakarta.

(Kami akan membeli sebuah rumah baru di Jakarta).

Selain itu dipakai untuk menunjukkan ketekadan hati, janji, perintah, kewajiban atau ancaman, seperti contoh berikut ini:

Salah : I shall doing in spite the danger.

Benar : I shall do in spite the danger.

(Saya akan melakukannya meskipun bahaya).

Salah : I shall doing in spite the danger.

Benar :If she pass the examination, she shall get a motorcycle. (Bila

ia lulus ujian, ia akan mendapatkan sepeda motor).

Salah : I shall doing in spite the danger.

Benar :I shall ask him to teach me to swim. (Aku akan memintanya untuk mengajari berenang).

Salah : I shall doing in spite the danger.

Benar : I shall do in spite the danger.

Salah : Every citizen shall paying the tax.

Benar : Every citizen shall pay the tax. (Setiap warga negara harus membayar pajak).

Salah : I shall doing in spite the danger.

Salah: You shall be punish if you do it again.

Benar: You shall be punished if you do it again.

(Engkau akan dihukum kalau melakukan itu lagi).

(Dalam tata bahasa Inggris lama shall selalu berpasangan dengan subjek I dan we (dan will dengan you, he, she. It dan they) namun dalam pemakaian modern aturan ini tidak berlaku lagi).

(2) Should

Should sering digunakan dalam arti:

a. Sebagai bentuk past tense dari shall, terutama sering kita jumpai dalam kalimat tidak langsung (indirect speech):

- She said that I should visit her tomorrow. (Ia mengatakan bahwa saya akan mengunjunginya besok).

- He said that they should discuss the matter next day. (Ia berkata bahwa mereka akan mendiskusikan materi itu hari berikutnya).

b. Untuk menunjukkan perintah lunak (softened command), dalam hal ini should sama artinya dengan ought (lihat tentang ought).

- You should study harder. (Anda seyogyanya belajar lebih keras).

- You should go today. (Engkau seharusnya pergi hari ini).

c. Menunjukkan nasihat (advice):

- You should obey your parents. (Anda seharusnya mematuhi orang tua anda).

- You should eat more fruit. (Anda harus makan lebih banyak buah-buahan).

d. Menunjukkan kewajiban (duty):

- You should pay your debt. (Engkau seharusnya membayar utang-utangmu).

- One shouldn’t tell lies. (Siapapun tidak boleh dusta).

e. Menunjukkan kemungkinan (probability):

- If it should rain, I will stay at home. (Jika hari hujan, saya akan tinggal di rumah).

- You should find the book on the table. (Anda mungkin menemukan buku itu di atas meja).

f. Untuk mengungkapkan kesimpulan logis (logical conclusion):

- Kattystudied French for years. She should speak very well. (Kita sebenarnya tidak yakin apakah Kattysudah bisa bercakap-cakap bahasa Prancis dengan baik, tetapi berdasarkan kesimpulan kita (karena telah belajar bahsa Prancis bertahun-tahun), sekarang tentu Katty sudah baik).

(3) Will

Will akan digunakan untuk menunjukkan keakanan (futurity) dalam kalimat:

- He will come here tomorrow. (Ia akan datang kesini besok).

- I will go abroad next year. (Saya akan pergi ke luar negeri tahun depan).

Selain itu will digunakan untuk:

a. Menunjukkan kemauan (volution):

- I will help you. (Saya mau menolong anda).

- I will give you one of these pills. (Saya hendak memberikan kepada anda satu dari pil-pil ini).

b. Menyatakan kebenaran abadi (Timeless truth):

- Oil will float on water. (Minyak akan mengapung di atsas air).

(Selain itu will bisa berfungsi sebagai ordinary verbs (will – willed – willed) maupun sebagai noun. Mari kita lihat contoh berikut ini:

- She will most of his money to her son. (Ia meninggalkan (warisan) uang banyak kepada puteranya).

- Before one dies he usually writes down his will. (Sebelum seseorang meninggal, ia biasanya menulis surat wasiat).

- Where there is a will, there is a way. (Dimana ada kemauan, di sana ada jalan).

(4) Would

Would sering digunakan untuk:

a. Bentuk past tense dari will terutama sering kita jumpai dalam kalimat tidak langsung (indirect speech):

- She said that she would come with you. (Ia mengatakan bahwa ia akan datang bersama anda).

- I said I would get back soon. (Saya mengatakan bahwa saya akan segera kembali).

b. Menunjukkan kebiasaan di masa lampau:

- When she was a girl, her mother would tell her stories. (Ketika ia masih kanak-kanakm ibunya suka bercerita kepadanya).

c. Mempersopan/memperhalus permohonan:

- Would you mind helping me? (Sudikah anda menolong saya).

- Would you kindly tell me the way to the station? (Sudikah tuan mengatakan kepada saya jalan ke stasiun).

d. Menunjukkan karakteristik seseorang atau sesuatu yang telah diduga sebelumnya:

- You would come late, when Iwant to leave early. (Kamu mungkin datang terlambat, jika saya ingin berangkat lebih awal).

- Se would be about 70 when she died. (Dia mungkin berusia 70 tahun ketika meninggal).

(5) Can

Can sering digunakan untuk:

a. Menyatakan kesanggupan atau kemahiran (abilty) seseorang:

- Can you speak Arabic? (Dapatkah anda berbicara bahasa Arab?).

- I cannot swim in the river. (Saya tidak bisa berenang di sungai itu).

- She can write a poetry. (Ia bisa menggubah puisi).

b. Menyatakan ijin (permission):

- You can phone from her house. (Anda bisa menelepon dari rumah dia).

- You can go home now. (Anda bisa pulang sekarang).

c. Menyatakan kemungkinan (possibility):

- She can be a doctor. (Ia bisa menjadi seorang dokter).

- He can get to thr top of the mountain in the day. (Ia dapat mencapai puncak gunung itu pada suatu hari).

(Can juga bisa berfungsi sebagai kata kerja biasa (can – cannedcanned) yang berarti memasukkan ke dalam kaleng/mengalengkan dan kata benda yang berarti kaleng:

- They are canning fish. (Mereka sedang mengalengkan ikan).

- They can can fish into a can. (Mereka bisa mengalengkan ikan ke dalam kaleng).)

(6) Could

Could sering dipakai untuk:

a. Bentuk past tense dari can, terutama sering kita temui dalam kalimat tidak langsung (indirect speech):

- She asked if I could get up early. (Ia menyarankan supaya saya bangun lebih awal).

- I said I could write a short story one day. (Saya bisa menulis sebuah cerpen dalam satu hari).

b. Menyatakan kemampuan (ability) mengerjakan sesuatu dengan sesuatu persyaratan, yang mungkin tidak ada. Could disini tidak selalu mengacu kepada masa silam, tapi bisa terjadi dimasa kini ataupun masa datang:

- She could sing now, if she wanted to. (Ia bisa menyanyi sekarang bila ia mau).

- He could climb the tree when he was young. (Ia dapat memanjat pohon itu ketika ia masih muda).

- She could write a letter. (Ia bisa menulis sepucuk surat). Dalam kalimat ini terdapat pengertian bahwa ia bisa menulis surat tetapi ia tidak/belum menulis surat ketika si penutur itu mengatakannya.

c. Meminta ijin (permission), disini terasa could lebih sopan daripada can dan may:

- Could you please help me? (sudikah anda menolong saya?).

- Could I see your tickets? (Dapatkah saya melihat tiket anda?).

(Can dan could juga bisa bisa diganti oleh be able to, terutama untuk menyatakan ikhtiar atau usaha yang keras untuk melakukan sesuatu:

1. I am able to pay her debt. (Saya sanggup membayar hutangnya).

2. Our baby will be able to walk in few weeks. (Bayi kami akan berjalan dalam beberapa minggu ini).

1. Will you be able to help me? (Akan sanggupkah anda menolong saya?).

(7) May

May dipakai untuk:

a. Meminta dan memberi ijin:

- May I go home now? Yes, you may. (Bolehkah saya pulang sekarang? Ya, boleh?).

- May I come in? (Bolehkah saya masuk?).

- May I smoke here? (Bolehkah sya merokok disini?)

(Dalam kalimat negatif (negative sentence) may bisa berarti dua macam: (a) Penolakan ijin untuk melakukan sesuatu; dan (b) Bila not-nya mendapat tekanan (stress) artinya ijin untuk tidak melakukan sesuatu. Perhatikan kedua contoh berikut ini:

· You may not go home now.

- Engkau tidak diijinkan pulang sekarang).

b. Menyatakan kemungkinan (possibility):

- It may rain tonight. (Malam ini mungkin hujan).

- Yossy may know Thomas’s address. (Yossy mungkin tahu alamat Thomas).

- Iwan may come late. (Iwan mungkin datang terlambat).

(Kita juga mesti bisa membedakan antara may be dan maybe, keduanya memang menunjukkan kemungkinan, yang satu (may be) auxiliary verb, sedangkan yang kedua adalah adverb of probability. Perhatikan contoh berikut ini:

- She may be in Bandung. (Ia mungki ada di Bandung).

- Maybe they have understood. (Mungkin mereka sudah mengerti).

c. Menyatakan permohonan/hasrat dan do’a:

- May you be happy! (Semoga engkau senang).

- May God bless you! (Semoga Tuhan memberkatimu).

- Mou may help me wash up. (Barangkali anda bisa menolong saya mencuci).

(8) Might

Might digunakan untuk:

a. Bentuk past tense dari may (terutama dipakai dalam kalimat tidak langsung/indirect speech) dan berdasarkan urutan tenses (squence of tenses); misalnya bila kata kerja dalam induk kalimat past tense, maka dalam anak kalimat mesti menggunakan might:

- They said we might wait at the station. (Mereka mengatakan bahwa kita bisa menunggu di stasiun).

- She asked if she might see the letter. (Ia bertanya bolehkah ia melihat surat itu).

- He told me I might go home now. (Ia mengatakan bahwa saya boleh pulang sekarang).

b. Meminta ijin dengan nada yang lebih sopan dan formal daripada dengan may, can dan could:

- Might I know ypur name? (Bolehkah saya mengetahui nama anda?)

- Might I come in? (Bolehkah saya masuk?).

c. Menyatakan kemungkinan (possibility) (dengan nada yang lebih lemah daripada may):

- Today might rain. (Hari ini mungkin hujan).

- I might be late. (Saya mungkin terlambat).

Dan jika might dipakai dengan pola might + have + past participle berarti kemungkinan atau keraguannya itu terjadi dimasa lampau:

- He might have sold his house. (Ia mungkin sudah menjual rumahnya).

- She might have been very sad. (Ia mungkin sangat berduka).

- They might have gone. (Mereka mungkin telah pergi).

(9) Must

Must sering digunakan untuk:

a. Menunjukkan kewajiban, kemestian atau keharusan dari pikran si pembaca:

- I must study English. (Saya harus belajar bahasa Inggris).

- You must help each other. (Engkau harus tolong menolong satu sama lain).

- We must do our duty. (Kami harus melakukan tugas kami).

b. Mengungkapkan kesimpulan logis yang tidak bisa dipungkiri kebenaran­nya atau untuk menunjukkan suatu dugaan yang kuat kebenarannya:

- You must be tired after your tennis match. (Anda tentunya lelah setelah pertandingan tenis).

- Lebaran must be happy day. (Lebaran tentunya menjadi hari yang menggembirakan).

- One must eat to live. (Seseorang harus makan untuk hidup).

- She must be in Bandung. (Ia mungkin berada di Bandung).

Bentuk must not menegatifkan ordinary verbs dan mengandung arti larangan melakukan sesuatu:

- You mustn’t smoke here. (Anda dilarang merokok disini).

- She must not be late. (Dia tidak boleh terlambat).

(Catatan: mustn’t berarti harus tidak dan bukan berarti tidak harus atau sama dengan jangan).

Sedangkan untuk menegatifkan auxiliary must, kita harus menggunakan needn’t:

- Must he go?

Yas, he must.

No, he needn’t dan tidak boleh menggunakan: No, he mustn’t.

Auxiliary must tidak mempunyai bentuk past tense, karena itu untuk menunjukkan suatu kegiatan yang terjadi dimasa lampau kita harus menggunakan had to:

- She must study hard. (present tense).

- She had to study hard last month. (past tense). Juga dipakai dalam kalimat tidak langsung (indirect speech):

- She said that she had to study hard. (Ia mengatakan bahwa ia harus belajar giat).

Had to berasal dari bentuk present tense have to. Keduanya bukan auxiliary (sekalipun bisa menggantikan auxiliary must), melainkan sebagai ordinary verb.

Dalam bentuk present tense, have to berbeda dengan must:

(a) Must menunjukkan kewajiban atau keharusan itu keluar dari pikiran atau nurani si pembicara. (Kaji kembali contoh-contoh di atas tadi).

(b) Sedangkan have to menunjukkan keharusan atau kemestian itu datang dari luar diri si pembaca, misalnya karena peraturan, paksaan atau tekanan.

Perhatikan contoh di bawah ini:

- You have to study hard. (Engkau harus belajar giat).

- We have to come before sunset. (Kami harus kembali sebelum matahari terbenam).

(10) Ought

Ought (to) sering dipakai untuk:

a. Menunjukkan kewajiban, kemestian atau keharusan yang terjadi dimasa lampau, kini atau pun masa mendatang:

- I ought to finish my homework next week. (Saya mesti menye­lesaikan pekerjaan rumah minggu depan).

- She ought to be here now. (Ia mestinya berada disini sekarang).

(Perbedaan antara must dan ought (to) terletak dari segi makna keharusan yang terkandung di dalamnya. Must menunjukkan arti tidak boleh tidak harus tetap dilaksanakan, sedangkan ought: memungkinkan untuk tidak melaksanakan:

- She must go now. (Ia harus pergi sekarang).

- She ought to go now. But she won’t. (Ia harus pergi sekarang, tetapi ia tidak mau).

- She must go now, but she won’t.

b. Menunjukkan perintah lunak atau saran.

- You ought to attend the lecture. (Anda seyogyanya menghadiri kuliah itu).

- You ought not to be late again. (Anda sebaiknya tidak terlambat lagi).

(11) Need

Need bisa berfungsi sebagai auxiliary verb maupun sebagai ordinary verb. Sebagai auxiliary verb, need hanya digunakan dalam kalimat tanya (interrogative sentence) dan kalimat ingkar (negative sentence):

- Need he go? (Perlukah ia pergi?).

No he needn’t. (Tidak, ia tidak perlu pergi).

Yes he must. (Ya, ia perlu pergi).

*Yes, he need.

- She needn’t do it. (Ia tidak perlu melakukan hal itu).

- * I need come.

Untuk bentuk past tensenya kita harus menggunakn pola needn’t + past participle. Misalnya: - He needn’t have gone. Dalam kalimat ini terkandung pengertian bahwa ia sebenarnya tidak perlu pergi, tetapi ia sudah pergi; yang bisa diungkapkan dengan kalimat yang sepadan:

- It was not necessary for him to go, but he went.

Sedangkan sebagai ordinary verb, need mempunyai konjugasi (to) needneededneeded; yang berarti memerlukan atau membutuhkan:

- They need a new house. (Mereka membutuhkan rumah baru).

- Do you need new shoes? (Perlukah engkau sepasang sepatu baru?).

Sedangkan perbedaan antara auxiliary verb dengan ordinary verb need berikut ini:

Auxiliary verb Ordinary verb

* He need go. He need to go.

He needn’t go He doesn’t need to go.

Need he go? Does he need to go?

- Yes he must. Yes, he does.

- No, he needn’t. No, he doesn’t.

Sedangkan untuk bentuk past tensenya:

He needn’t have gone. He didn’t need to go, yang berarti: It was not necessary yang berarti It was not necessary to go, to go, but he went. (Ia tidak perlu and he didn’t go. (Ia tidak perlu pergi, pergi, tetapi ia pergi).dan ia tidak pergi).

(12) Dare

Seperti need, dare pun bisa berfungsi auxiliary atau pun sebagai ordinary verb. Dan sebagai auxiliary verb dare berarti berani:

- She dare go out alone. (Ia berani pergi sendirian)

- She dare not speak a word. (Ia tidak berani berkata sepatah kata pun).

- Dare she do it? Yes, she dare. (Beranikah ia mengerjakan itu? Ya, ia berani). - How dare you say such a thing? (Betapa berani anda mengatakan hal itu?).

Sedangkan kalau dare berfungsi sebagai ordinary verb (dengan konyugasi (to) dare – dared – dared) bisa berarti dua pengertian, yakni (1) berani (to venture) dan (2) menantang (to challenge ):

- She dares to cross the river. (Ia berani menyeberangi sungai itu).

- I have never dared to speak to her. (Saya tidak pernah berani berbicara dengannya).

- She dered me to jump over the steam. (Ia menantang saya melompati selokan itu).

[Juga dare pun bisa berfungsi sebagai kata benda (noun) yang berani tantangan: - Can you take my dare? (Berani-kah anda menerima tantangan saya?)].

Amati baik-baik perbedaan antara auxiliary dan ordinary verb dare di bawah ini:

Auxiliary verb Ordinary verb

He dare go. He dares to go.

He daren’t go. He doesn’t dare to go.

Dare he go? Does he dare to go?

-Yes, he dare. Yes, he does.

-No, he daren’t. No, he doesn’t.

(13) Used

Used (to) digunakan untuk menunjukkan suatu kebiasaan yang terjadi dimasa lampau, tetapi sekarang sudah tidak dikerjakan lagi. Misalnya dalam: - He used to smoke, kalimat ini mengandung pengertian bahwa saya dahulu suka merokok, tetapi sekarang (saat dia berbicara) sudah tidak merokok lagi. Perhatikan contoh-contoh berikut ini:

- As a child I used to swim here. (Ketika kanak-kanak saya biasa berenang disini).

- She used to cry when she was a child. (Ia biasa menangis ketika kanak-kanak).

- I used to live in Cianjur. (Saya dahulu tinggal di Cianjur).

- She used to use a bicycle. (Ia biasa menggunakan sepeda dahulu).

Untuk bentuk negatifnya kita menggunakan pola used + not + to dan kadang-kadang tanpa d (use + not + to atau usen’t to):

- She used not to visit me. (Ia tidak bisa mengunjungi saya).

- They usen’t to live in Bandung. (Mereka dahulu tidak tinggal di Bandung).

Sedangkan untuk bentuk interogatifnya kadang-kadang digunakan kata bantu did. Amati contoh-contoh berikut:

- Did he used to help her? (Apakah ia biasa menolongnya?).

- Used she to visit you regulary? (Apakah ia biasa mengunjungi anda secara teratur?).

- He used to swim in the river, usedn’t he? (Ia biasa berenang di sungai, bukan?) atau

- He used to swim in the river, didn’ he?

Penggunaan used di atas harus dibedakan dengan used (bentuk past tense dari to use), to be used to yang berarti accustomed to (sudah menjadi terbiasa) atau to get used to (berusaha menjadi terbiasa dengan sesuatu).

Mari kita kaji contoh-contoh berikut ini:

- I used your car yesterday. (Saya memakai mobil anda kemarin).

- My grandfather used to visit me every Sunday. (Kakek biasa mengunjungi saya setiap hari Minggu).

- I’m used to getting up early. (Saya sudah biasa bangun pagi).

- You’ll get used to this cold climate. (Anda akan terbiasa dengan cuaca dingin ini).

(Istilah lain untuk secondary auxiliary verb ialah modal auxiliary).

mempelajari tenses

BAB SATU

TENSES

Tense dalam bahasa Inggris memiliki kekhususan tersendiri dibanding dengan bahasa Indonesia. Banyaknya ragam pembagian tenses atas waktu-waktunya membuat bahasa Inggris menjadi sangat kompleks. Ketika anda belajar bahasa Inggris mengenai kalimat terlihat sekali perbedaannya dengan bahasa Indonesia. Sepintas jenis kalimat di dalam bahasa Inggris sangatlah komplek dan terkesan rumit. Hal ini berbeda sekali dengan pola kalimat bahasa Indonesia yang hanya mengenal tidak bentuk waktu, yakni waktu sekarang (present), waktu sedang (continuous) dan waktu yang akan datang (future). Namun jika dicermati secara mendalam bentuk waktu yang hanya tiga kurang mampu mewadahi peristiwa dalam bentuk-bentuk waktu yang lengkap. Disini akan dipaparkan mengenai bentuk waktu dalam bahasa Inggris sekaligus contoh penerapannya dalam bentuk kalimat, paragraf dan percakapan.

1. SIMPLE PRESEN TENSE

Simple present tense dimanfaatkan untuk mengungkapkan/ mengambarkan suatu peristiwa/ kejadian/ kebiasaan setiap saat sekarang dalam bentuk yang paling sederhana dan merupakan tindakan atau aktivitas sehari–hari atau yang dilakukan berulang-ulang, akan tetapi perlu anda hayati bahwa pada dasarnya bukan hal yang terjadi saja, yang tidak terjadi pun dapat dinyatakan dalam bentuk ini maupun dalam perbuatan yang tidak ada kaitanya dengan waktu

RUMUS :A. S+ To Be (am/are/is ) + ……

B. S + V (s/es ) + ……

Pattern A.

S

To Be

…….

I

am

…….

You

They

We

are

…….

He

She

It

is

Pattern B.

S

Verb 1(s/es)

……

I

You

They

We

V 1

He

She

It

V 1 (s/es)

Contoh :

NOMINAL

  1. I am a new student here.

Saya adalah seorang siswa baru disini.

  1. They are at home every evening.

Mereka tinggal di rumah setiap petang.

  1. She is very rich.

Dia (perempuan) sangat kaya.

VERBAL

  1. I go to Surabaya every Sunday.

Saya pergi ke Surabaya setiap hari Minggu.

  1. They learn English at school.

Mereka belajar bahasa Inggris di sekolah.

  1. He watches TV in the evening.

Dia (laki-lai menonton TV setiap petang hari.

  1. She plays badminton every morning.

(Dia bermanin badminton setiap pagi).

  1. The cat eats little meat in the room.

(Kucing itu makan sedikit daging di kamar).

Pengunaan Simple Present Tense.

Dipakai untuk menyatakan perbuatan yang menjadi kebiasaan ( habitual action )

Contoh :

  1. I go to school everyday.

Saya pergi ke sekolah setiap hari.

  1. He always gets up at seven o’clock.

Dia (laki-laki) selalu bangun pada jam tujuh tepat.

  1. He usually cuts cake for breakfast.

Dia (laki-laki) biasanya roti untuk sarapan pagi.

  1. We usually drink coffee in the afternoon.

Anda biasanya minum kopi disore hari.

  1. They often come here every Saturday.
  2. (Mereka sering dating kesini setiap Sabtu).

Dipakai untuk menyatakan kebenaran yang tidak dapat dibantah.

Contoh :

  1. A week has seven days.

Seminggu ada tujuh hari.

  1. The sun rises in the East.

Matahari terbit dari Timur.

  1. The sun shines by day and the moon by night.

Matahari bersinar di waktu siang dan bulan bersinar diwaktu malam.

  1. The sun sets in the West.

Mathari terbenam di sebelah Barat.

  1. A year has twelve months.

Setahun ada dua belas bulan.

Catatan :

Jika pokok kalimatnya orang ketiga tunggal ( he, she, it ) maka bentuk kata kerja akan mengalami perubahan. Sedangkan yang dimaksud dengan peristiwa yang terjadi disini adalah: Suatu pertayaan dalam bentuk penyangkalan yang menyatakan bahwa tidak terjadi sehingga akan timbul dua kemungkinan.

Kemungkinan I : suatu kejadian benar–benar terjadi dan terbukti, maka hal ini dapat anda jabarkan dalam kalimat berita.

Kemungkinan II : suatu kejadian tidak terjadi seperti apa yang di beritakan dan terbukti. Maka anda jabarkan dalam kalimat penyangkal.

Kalimat berita (affirmative sentece)

Rumus : Subjek + kata kerja + Objek….

Contoh :

  1. I eat rice every certain time.

Saya makan nasi setiap hari tertentu.

  1. I get holiday every Sunday.

Saya mendapatkan liburan setiap hari Minggu.

  1. She loves me parents every time.

Dia (perempuan) mencintai saya setiap waktu.

  1. The students help their teacher in the class.

Para siswa menolong gurunya di dalam kelas.

  1. He assisits her for the book searching.

Dia menolonnya dalam pencarian buku.

Kalimat menyangkal ( Negative sentence )

Jika anda hendak membuat kalimat menyangkal (negative) maka anda menambahkan – NOT ( NT ) di belakang To Be (am, are, is) untuk pettern A, dan kata bantu DO atau DOES untuk pettern B.

Rumus : Subjek + Do/does + Not + Verb 1 + Objek….

Contoh :

  • She doesn’t go to Jakarta every day.

Dia (laki-laki) tidak pergi ke Jakarta setiap hari.

  • He doesn’t sing a song every time.

Dia (laki-laki) tidak menyanyikan nyanyian setiap saat.

  • They do not learn English.

Mereka tidak belajar bahasa Inggris.

  • She does not come here.

Dia (perempuan) tidak datang kesini.

  • I am not a doctor.

Saya bukan seorang dokter.

  • She is a nurse.

Dia seorang perawat.

  • They are soldiers.

Mereka adalah tentara.

  • My father is a farmer.

Ayah saya adalah seorang petani.

Kalimat tanya menyangkal (Interrogative negative)

Rumus : Does/Do + Not + Subjek + kata kerja (Verb) + Objek….

Contoh :

  • Doesn’t she come here now ?

Tidakkah dia datang kesini sekarang ?

  • Don’t you leave them now ?

Tidakkah kamu meninggalkan mereka sekarang ?

Catatan:

Untuk orang ketiga tunggal (it, he, she) kata kerjanya (verb) ditambah “s”/es”. Cara membuat kalimat perhatikan rumus diatas . Kalimat tersebut di atas disebut kalimat verbal karena predikat Predikat kata kerja (Verb)

Kalimat nominal :

Rumus : Subject + to be (are, is, am) + Adjective + Object + Non-Verb + Object

Contoh :

  • I am hungry now.

Saya sekarang lapar.

  • He is ill every day.

Dia (laki-lai) menderita sakit setiap hari.

  • It is good to take a walk

Cara yangb bagus dengan berjalan itu.

Kalimat negative ( negative sentence )

Rumus : Subject + to be ( are, is, am ) + Not +Non-Verb + Object….

Contoh :

  • He is not happy because of his illness.

Dia (laki-laki) tidak merasa bahagia karena sakitnya itu.

  • She is not like you before.

Dia (perempuan) tidak seperti kamu sebelumnya.

  • It is not interesting to show it.

Tidak menarik dengan mempertunjukkannya.

Kalimat tanya ( interrogative sentence )

Jika untuk membuat kalimat tanya (interrogative) maka To Be (am. Are. Is) untuk pettern A, dan DO + ( I, you, They, We ) serta DOES + ( He, She, It ) untuk pettern B, diletakkan di muka subjek.

Rumus : Tobe + subjek + Non- Verb + Objek….

1. Are you a new student here ?

Apakah kamu seorang siswa baru disini ?

2. Do you speak Indonesian ?

Apakah kamu berbicara dalam bahasa Indonesia ?

3. Do you learn English everyday ?

Apakah kamu belajar bahasa Inggris setiap hari ?

4. Does he learn French everyday ?

Apakah dia (laki-laki) belajar bahasa Perancis setiap hari.

5. Does he go to Bali every week end ?

Apakah dia (laki-lai) pergi ke Bali setiap akhir pekan ?

Kalimat pasif ( passive voice )

Rumus : tobe + verb pada kolom tiga

Contoh :

Aktif- Pasif

  1. Maztuh bites Zalisky. Zalisky is bitten by Maztuh.
  2. Maztuh doesn’t bite Fahima. Zalisky isn’t bitten by Maztuh.
  3. Does Maztuh bite Fahima ? Is Fahima bitten by Maztuh ?
  4. What does Maztuh do ? What is done by Jonh ?
  5. Who bites Zalisky ? Who is Zalisky bitten by ?
  6. Who does Jon bite ? Who is bitten Maztuh ?

Kalimat lansung dan tidak lansung

( direct and indirect speech )

Contoh :

  • He told me “I must go to school everyday”

Dia (laki-laki) mengatakan kepada saya” saya harus pergi ke sekolah setiap hari”.

Catatan:

Cara membuat kalimat perhatikan rumus di atas. Perhatikan daftar kata bila mendapat penambahan s/es dan juga bila ditambah ing form serta Perubahan – perubahan lain yang akan mempengaruhi pengunaannya serta arti dalam suatu peryataan.

Baik regular Verbs maupun irregular Verbs akan mendapatkan perlakuan yang sama dalam hal penambahan “s”/es” bila dipakai dalam kalimat verbal, khususnya yang bersubjek orang ketiga tunggal ( it, he, she ) dan ini tidak berarti jamak

Pada umunya bentuk dasar kata kerja (infinitif ) di tambah “s”

Contoh :

to speak speaks = berbicara

to help helps = membantu

Untuk kata kerja berakhiran vokal “o” ditambah es”

to do …….. does = mengerjakan

to go ……… goes = pergi

to outdo ..…... outdoes = kerja berlebihan

to out go …..outgoes = mengeluarkan lebih dari biasa

to undo…….. undoes = tidak terlaksana/tidak mengerjakan

untuk verbs yang berakhir vokal e ditambah s

Contoh :

to come …….. comes = datang

to give ………. gives = memberi/menyampaikan

to impedes ….… impedes = merintangi/ mengganggu

Untuk verb yang berakhiran “y” /konsonant “y” ditambah “s

Contoh :

to pay ……… pays = membayar

to buy ……… buys = membeli

to say ………. says = berkata/mengatakan

to slay ……… slays = membunuh

Untuk Verbs yang berakhiran dengan konsonan “y” ditambah “s”/”es” huruf dirubah menjadi vokal “I”

Contoh :

to dry ……… dries = jemur /menjemur

to spy ……… spies = melihat

to supply …… supplies = menyediakan/penyediaan

Verbs yang berahiran s, ch, sh, x, juga akan mendapat tambahan “es”

Contoh :

to finish ……. finishes = menyudahi/selesai

to slash ………slashes = mencerca/mengkritik

to lash ………lashes = menyambuk/ memukul

to approach ….approaches = mendekati/pendekatan

to punch ……punches = membuat lubang dengan cara menekan

to teach ……teaches = mengajar /mendidik

to pass …….. passes = melewatkan/memajukan

to progress…..progresses = kemajuan/memajukan

to mix mixes …….. = mencapur

to flex ……. flexes = melentur

Cara – cara pembentukan kata kerja (verb) dengan menambah ing form yang syaratnya hampir sama dengan menambah es dan s. Untuk kata kkerja yang yang berakhir dengan konsonan dan terdiri dari satu suku kata dimana didahului oleh vokal (a,i,e,o) maka konsonan akan mengalami peruybahan sebagai berikut :

set ………… setting = pemasangn sesuatu/kumpulan

drag ………. dragging = hambat/gaya hambat

hit ………… hitting = pukulan/sukses

cut ………... cutting = memotong

bet ………… betting = bertaruh sesuatu dengan orang lain

stop ……….. stopping = berhenti/ berakhir

sit …………. sitting = duduk/menduduki

get ………… getting = mendapat/cari

Untuk diingat :

Bahwa tidak semua kata kerja yang bersuku kata satu mengalami hal yang sama walaupun seperti peryataan di atas terutama yang berakhir dengan konsonan “y”

Contoh :

fly …………. flying = terbang

buy ………… buying = membeli

pay ………… paying = terbang

lay ………… laying = membayar

eat …………. eating = makan

Untuk kata kerja (verb) yang terdiri dari dua suku kata dan berakhiran konsonan dimana tekanan pengucapannya jatuh pada suku kedua serta didahului oleh vokal satu maka konsonannya harus digandakan

Contoh :

omit ………. omitting = menghilangkan

admit ……… admitting = pengakuan/mengakui

submit …….. submitting = penyerahanpengajuan

drop ……….. dropping = menjatuhkan /memutuskan hubungan

see ………… seeing = melihat/lihat

flee ……….. fleeing = menjatuhkan diri/menghilang

Sebaliknya kata kerja yang hanya berakhir dengan vokal “e”, dimana dalam mengucap tidak terdengar atau bahkan tidak terdapat tekanan sama sekali, maka lansung diganti oleh ing form

Contoh :

give …….. giving = memberi

take ……. .taking = ngambil/mengangkut

make ……. Making = embuat/mengambil

Contoh :

  1. They are giving present to the poor.

- Mereka sedang memberi hadiah kepada kaum miskin.

  1. We are making some toys.

- Anda sedang membuat sejumlah mainan anak-anak.

  1. He is taking additional course in my class.

- Dia (laki-laki) sedang mengambil kursus tambahan di dalam kelas saya.

Catatan :

bahwa penambahan bentuk ing (ing form) di atas adalah terhadap kata-kata dasar dimana belum mendapat tambahan awalan dan akhiran akan tetapi ada satu hal yang perlu anda ketahui bahwa penambahan bentuk ing (ing from) akan sama halnya dengn GERUND, tetapi ada perbedaan maksud dan tujuan penggunaan.

GERUND adalah pembetuk kata kerja dasar (verb) menjadi kata benda dengan cara mengubah ing from yang serupa dengan cara–cara tersebut di atas, namun didalam sebuah kalimat kata–kata yang mendapat tambahan ing tadi selalu dipakai sebagai:

subjek : Smoking isn’t good for health.

predikat : His favorite is singing.

objek : I am addicted smoking.

keterangan kata benda : The meeting room is very nice.

Hampir semua kata –kata depan (preposition) selalu diikuti oleh gerund.

Contoh :

  • I love without saying anything.

Saya mencintai tanpa dengan mengatakan sesuatupun.

  • He lies girl without thinking before.

Dia (laki-laki) menipu gadis tanpa berfikir sebelumnya.

Jika kalimat dalam pettern B mendapatkan kata bantu (will, shall, can, may, must) maka tidak terjadi penambahan terdahadap kata kerja dasar, meskipun subjeknya orang ketiga tunggal.

Contoh :

  1. I can speak Japanese.

Saya dapat berbicara dalam bahasa Jepang.

  1. You may smoke here.

Kamu boleh merokok disini.

  1. She must study hard.

Dia (dia perempuan) harus belajar keras.

  1. They should eat much for their health.

Mereka seharusnya banyak makan demi kesehatannya.

  1. You may visit Borobudur with me.

Kamu bisa mengunjungi Borobudur dengan saya.

Tanda waktu (time signal) yang biasa dipergunakan dalam bentuk ini adalah sebagai berikut:

always = selalu

as usual = lazimnya

generally = umunya

normally = biasanya

usually = biasanya

often = seringkali

never = tak pernah

regularly = secara teratur

sometimes = kadang-kadang

seldom = jarang

nowadays = saat sekarang

steadily = terus –menerus

frequently = seringkali

here = disini

there = disana

every day = setiap hari

every other day = dua hari sekali

every Sunday = tiap hari minggu

every week = tiap minggu

now and then = kadang kala

occasionally = kadang-kadang

on and off = kadang-kadang

once in a while = sekali-kali

twice a year = dua kali setahun

once a week = sekali seminggu

when (kalau) = ketika

2. PRESENT PERFECT TENSE

Present perfect tense ialah suatu pekerjaan atau peristiwa yang terjadi pada hari ini dan telah selesai.

Rumus = SUBJECT + HAVE/ HAS +VERB III + OBJECT

Dimana: Subjek : I, we, they, you à have.

Subjek : he, she, it à has

Pemakaian:

a. Untuk menyatakan kegiatan yang terjadi pada waktu tertentu di waktu lampau (anda tidak tahu kapan persisnya).

Contoh:

  1. She has seen this movie three times (+)

- Dia (perempuan) telah menyaksikan film ini tiga kali.

  1. She has not seen this movie three times (-)

- Dia (perempuan) belum menyaksikan film ini tiga kali.

  1. Has she seen this movie three times (?)

- Apakah dia (perempuan) telah menyaksikan film ini tiga kali.

b. Untuk menyatakan kegiatan yang dimulai di waktu lampau tapi masih berlangsung sampai sekarang.

Contoh:

  • Dian has lived in the same house for five years (+).

- Dian telah tinggal di rumah yang sama selama lima tahun.

  • Dian hasn’t lived in the same house for five years (-)

- Dian belum pernah tinggal di rumah yang sama selama lima tahun.

  • Has Dian lived in the same house for five years (?)

- Apakah Dian telah tinggal di rumah yang sama selama lima tahun.

Present perfect tense juga digunakan untuk menyatakan:

a. Suatu kegiatan telah dimulai pada masa lampau dan pada saat ini kegiatan tersebut dinyatakan telah selesai.

· I have read your novel.

(Saya sudah membaca novelmu) bentuk selesai.

· She has just gone out.

(Ia baru saja pergi keluar).

b. Suatu kegiatan yang telah dimulai dari masa lalu dan hingga saat sekarang kegiatan tersebut belum selesai atau masih terus berlangsung.

· We have lived here since 1960.

(Kami tinggal di sini sudah sejak tahun 1960)

· Helen has moved into a new house for two weeks.

(Helen sudah pindah ke rumah yang baru selama dua minggu).

Catatan:

Dalam perfect tense kata for atau since

lazim dipakai, for, untuk menyatakan jangka waktu lamanya, yang berarti selama. Sedangkan since berarti sejak.

3. PRESENT PERFECT CONTINUOUS TENSE

Present Peerfect Continuous Tense adalah suatau kalimat yang menerangkan bahwa perbuatan, peristiwa atau kejadian yang terjadi diwaktu yang lampau dan masih berlangsung sampai saat dibicarakan. Kalimat bentuk ini menunjukkan kejadian yang masih dalam proses dan mungkin bisa berkembang sampai waktu yang akan datang, misalnya :

  • When I came to Bandung in 2003, he has been living there about five years.
  • He has been working in this office for ten years.

Dari contoh di atas terlihat bahwa dia telah tinggal di Bandung sejak 2003, dan sekarang masih tetap tinggal di Bandung.

Present Perfect Continuous Tense dibentuk dengan formula :

S + have/has + been + V Ing

Present Perfect Continuous Tense terdiri dari Present Perfect ditambah Present Participle. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai bagaimana pembentukkan Present Participle.

a. Pada umumnya present participle dibentuk dengan menambahkan –ing pada bentuk dasar kata.

Misalnya :

to apply - applying = menggunakan

to betray - betraying = berkhianat , mengkhianat

to go - going = pergi

to copy - copying = mengutip

to sing - singing = menyanyi

b. Jika bentuk kata kerja yang bersuku kata satu dan bertekanan itu berakhir dengan sebuah huruf mati yang didahului oleh sebuah huruf hidup, konsonan terakhir itu digandakan, lalu ditambah –ing. Misalnya :

to cut cutting = memotong

to dun dunning = menagih

to jog jogging = berlari pelan-pelan

to slip slipping = memasukkan, tergelincir

to swim swimming = berenang

c. Jika infinitive yang bersuku dua atau lebih itu tekanannya jatuh pada suku kata terakhir serta berakhiran huruf mati yang didahului oleh sebuah vokal, huruf mati terakhir itu digandakan, lalu ditambah –ing. Misalnya :

to allot allotting = membagikan, memberikan

to begin beginning = memulai

to occur occurring = terjadi

to recur recurring = berulang

to submit submitting = mengajukan

d. Jika infinitive yang bersuku kata dua itu berakhiran konsonan "l" yang didahului oleh sebuah vokal, huruf terakhir "l" itu digandakan, lalu ditambah–ing.

Misalnya :

to begin beginning = memulai

to control controlling = memeriksa

to expel expelling = menghembusan

to propel propelling = mendorong

to quarrel quarrelling = bertengkar

to travel traveling = bepergian

e. Jika bersuku kata satu atau dua itu berakhiran konsonan atau yang didahuluai oleh dua buah vokal, konsonan "l" terakhir itu tidak boleh digandakan, hanya ditambah –ing saja.

Misalnya :

to sail sailing = berlayar, berangkat

to seal sealing = menutup, menyegel

to wait waiting = menunggu

to assail assailing = menyerbu

to conceal consealing = merahasiakan

f. Jika infinitive berakhiran vokal –e yang didahului oleh konsonan, - e harus dihilangkan, lalu ditambah – ing. Misalnya :

to come - coming = dating

to change - changing = mengganti

to ride - riding = menunggang

to shine - shining = bersinar

to write - writing = menulis

Catatan :

jika infinitive berakhiran vokal–e yang didahului oleh vokal–e juga, langsung saja ditambah – ing. Misalnya :

to flee fleeing = melarikan diri

g. Jika infinitive berakhiran vokal – e yang di dahului vokal i, terlebih dulu – ie diganti dengan y, lalu ditambah – ing.

Misalnya :

to die - dying = layu (bunga)

to lie - lying = berbaring; berdusta

to tie - tying = mengikat

to vie - vying = bersaingan

Contoh :

1. I has been raining since yesterday, and it is still raining.

2. He has been ringing me up all morning.

3. I have been waiting for an hour, but she still hasn't turned up yet.

Dalam pemakain bentuk ing memang terdapat persamaan antara Present Participle dengan Gerung. Persamaan tersebut hanya sebatas pada bentuknya saja, sedangkan sifatnya berbeda. Gerund merupakan sejenis kata benda atau katakerja yang dibendakan, Present Participle adalah semacam kata sifat.

Contoh :

  • He is a smoking man.

Ia seorang perokok.

  • That is a burning house.

Itulah rumah yang terbakar.

  • Boasting men are much despised.

Orang-orang yang sombong dipandang rendah sekali.

  • Bottled drinking water is needed many peopele in any place.

Air minum kemasan botol sangat dibutuhkan banyak orang di semabarang tempat.

Kata-kata smoking, burning, dan boasting dalam kalimat tersebut berfungsi sebagai kata sifat. Bukan Gerund.

Pedoman Penulisan Present Perfect Continuous Tense.

Tata cara penulisan dan penggunaan bentuk singkat have, has, have not, dan has not, dapat dilihat dari contoh di bawah ini :

  • She hasn't been ringing me up all morning.
  • Haven't been you reading Business English by David Roberts?
  • She's been watching TV since two hours.
  • I've been working since an hour ago.

Dari contoh tadi dapat dilihat bentuk singkat dari have not atau has not adalah haven't atau hasn't, tetapi bentuk sigkatan ini tidak lazim dipakai pada teks ilmiah atau pada situasi resmi.

Begitu juga dengan have dan has, pada situasi tiadak resmi dapat disingkat menjadi 've dan 's, dan penulisannya dirangkai dengan Subjeknya. Namun demikian, pada teks ilmiah, singkatan seperti itu tidak biasa digunakan.

  • She's been going to school.
  • She said, I've been studying English for four o'clock.

Kegunaan Present Perfect Continuous Tense

1. Untuk menyatakan kejadian yang dimulai di waktu lampau yang sampai sekarang masih berlangsung. Berbeda dengan Present Perfect Tense yang lebih mengutamakan aspek terselesaikannya suatu peristiwa dan hasil atau akibat yang ditimbulkan, sedangkan Present Perfect Continuous Tense lebih mementingkan aspek keberlangsungannya.

Contoh :

Present Perfect Tense

a. I have written some letters to friends of mine.

- Saya telah menulis beberapa surat untuk teman-teman saya.

b. He's taken some photos about the life of the people in that village.

- Dia telah mengambil beberapa foto mengenai kehidupan orang-orang di kampung itu.

c. They have done it very well.

- Mereka telah melakukannya dengan baik.

Present Perfect Continuous Tense

a. I have been writing some letters to friends of mine.

- Saya telah sedang menulis beberapa surat untuk teman-teman saya.

b. He's been taking some photos about the life of the people in that village.

- Dia telah mengambil beberapa foto mengenai kehidupan orang-orang di kampung itu.

c. They have been doing it very well.

- Mereka telah melakukannya dengan baik.

Penjelasan

Pada dasarnya terjemahan dari kalimat-kaliamt di atas adalah sama. Jadi tegasnya tidak ada perbedaan terjemahan antara Present Perfect Tense dan Present Perfect Continuous Tense.

a. " Saya sudah menulis beberapa surat kepada teman-teman saya "

Dengan Present Perfect Tense menunjukkan bahwa perihal menulis surat ini sudah selesai. Sedangkan dengan Present Perfect Continuous Tense menunjukkan bahwa saya masih terus menulis surat kepada teman-teman saya.

b. "Dia talah membuat beberapa foto mengenai kehidupan orang-orang di desa itu."

Dengan Present Perfect mengandung makna bahwa perihal pembuatan foto tersebut sudah selesai. Sedangkan dengan Present Perfect Continuous Tense mengandung makna bahwa perihal pembuatan foto tersebut belum selesai. Dia masih membuat foto-foto tentang kehidupan orang-orang di desa.

c. "Mereka telah mengerjakannya dengan sangat baik."

Dengan Present Perfect tense menunjukkan bahwa hal itu sudah selesai dikerjakan mereka dan hasilnya baik. Sedangkan dengan Present Perfect Continuous Tense menunjukkan bahwa hal itu sedang dalam proses dikerjakan dan untuk sementara hasilnya baik.

Present Perfect Continuous Tense juga digunakan untuk menyatakan suatu peristiwa yang baru saja terjadi atau peristiwa yang akibatnya masih tersa sampai sekarang dan peristiwa yang terjadi secara berulang-ulang.

Contoh :

  • It has been raining. The street is covered with water.

Baru saja turun hujan. Jalan itu tergenang air hujan.

  • Have you been smoking? I can smell tobacco in your clothes.

Apakah kamu baru saja merokok? Saya bisa mencium bau rokok pada pakaian kamu.

  • Many customers have been complaining about that.

Banyak pelanggan (telah berkali-kali) mengeluh tentang hal itu.

  • The government has been trying hard to cope with the problems.

Pemerintah telah (berkali-kali) berusaha keras untuk mengatasi masalah-masalah itu.

  • We have been thinking about it but haven't quite decided yet.

Kami telah (berkali-kali) memikirkan hal itu tetapi belum mengambil keputusan yang pasti.

  • We have been discussing the problem but haven't come to any solution.

Kami telah (berkali-kali) membicarakan permasalahan terebut tetapi kami belum sampai kepada suatu pemecahan.

  • I have been hearing you very well but I see no progress.

Saya telah (berkali-kali) mendenganrkan kalian dengan baik tetapi saya lihat tidak ada kemajuan.

  • I have been advising him but there's no change at all.

Saya telah (berkali-kali) menasehati dia tetapi tidak ada perubahan sama sekali.

  • They have asking me about it but I don't know what to say.

Mereka telah (berkali-kali) menanyakan saya tentang hal itu tetapi saya tidak tahu apa yang harus dikatakan.

Adapun keterangan waktu yang sering menyertai tense ini adalah antara lain : so far, up to now, since, for. Long, how long, the whole day, all the morning dan seterusnya.

Contoh :

  • Maman's hands are very dirty. He has been repairing the machine since an hour ago.

Tangan Maman sangat kotor. Ia tengah memperbaiki mesin sejak satu jam yang lalu.

  • The athlete has been runnimg for two hours. He is out of breath.

Atlit telah berlari selama dua jam. Ia terengah-engah.

  • Rudy's clothes are covered in paint. He has been painting his room since 7 o'clock this morning.

Pakaian Rudy tergenang cat. Ia tengah mengecat ruangannya semenjak jam tujuh di pagi ini.

2. Untuk menyatakan atau menanyakan seberapa lama sesuatu telah berlangsung. Keterangan yang menandai kegunaan ini adalah for dan since. Adapun kata Tanya yang biasanya digunakan dalam pertanyaan tersebut adalah how long.

Contoh :

· How long have you been learning English?

- Berapa lama kamu telah sedang mempelajari bahasa Inggris ?

· We have been watching television since four o'clock this afternoon.

- Anda telah sedang menyaksikan televisi sejak jam empat sore ini.

· They have been waiting for the bus for fifteen minutes.

- Mereka telah sedang menunggu bis selama lima belas menit.

for dan since sama-sama dipakai untuk menyatakan keterangan waktu, namun dalam penggunaannya terdapat perbedaan, seperti dalam contoh di bawah ini.

· I've known her for a long time.

- Saya telah mengenalnya dalam waktu lama.

· We've lived in this street for fifteen years.

- Anda telah tinggal di jalan ini selama lima belas tahun.

· I've been there since there o'clock, but nobody's come yet.

- Saya telah berada disana semenjak tiga jam tetapi belum ada orang yang datang.

· I've been swimming since two o'clock .

- Saya telah sedang berenang semenjak jam dua.

Pada contoh di atas for dipakai untuk menyatakan beberapa lamanya suatu perbuatan atau situasi berlangsung. Ia dapat dipakai untuk berbicara tentang masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang. Sedangkan since dipakai untuk memperlihatkan titik pangkal perbuatan atau situasi yang berlangsung sampai kepada saat berbicara.

Persamaan dan Perbedaan Present Perfect dengan Present Perfect Continuous Tense

1. Persamaan

Kedua tense tersebut sama-sama menyatakan perbuatan yang sudah dilakukan diwaktu lampau, dan sekarang pekerjaan tersebut masih berlaku. Kemudian kedua tense tersebut dapat dibubuhi dengan keterangan waktu.

Misalnya :

· I have worked there for three month. (Present Perfect Tense)

· I have been working there for three months. (Present Perfect Continuous Tense)

Kedua kalimat tersebut dalam bahasa Indonesia berarti " saya sudah bekerja di sini selama tiga bulan. " for three month" merupakan keterangan waktu yang dipakai dalam kalimat di atas, dengan keterangan yang paling menunjukkan pada jenis tense ini adalah "for".

2. Perbedaan

Sekilas memang kedua tenses tersebut serupa, akan tetapi apabila dilihat lebih lanjut, terdapat perbedaan baik dalam penggunaan maupun dalam perbuatan. Seperti pada kalimat di atas, apabila keterangan waktunya tidak di cantumkan, maka akan mengandung pengertian yang berbeda.

  • I have worked there. (Saya telah bekerja di sana)
  • I have been working there. (Saya telah sedang/masih bekerja di sana)

Berdasarkan contoh tersebut, maka perbedaan kedua tenses tersebut terletak pada tekanan keberlangsungan nya suatu pekerjaan. Present Perfect Tense lebih menekankan pada berakhirnya suatu kegiatan (not in action), sedangkan Present Perfect Continuous Tense menekankan pada keberlangsungannya suatu pekerjaan (in action). Selain itu juga Present Perfect Continuous Tense dapat memakai keterangan waktu atau tidak arti tidak berubah.

Dalam hubungannya antara in action dengan not in action, perlu diperhatikan kata kerja yang dapat dinyatakan dengan bentuk Simple Present Perfect Tense atau dengan Present Perfect Continuous Tense seperti : expect, hope, learn, lie, live, look, rain, sleep, sit, snow, stand, stay, study, teach, wait, want, work, etc.

Contoh :

  • He has lived here for six weeks.

- Dia (laki-laki) telah tinggal disini selama enam minggu.

  • He has been living here for six weeks.

- Dia (laki-laki) telah sedang tinggal disini selama enam minggu.

  • How long have you learnt English?

- Berapa lama kamu telah mempelajari bahasa Inggris ?

  • How long have been learning English?

- Berapa lama kamu telah sedang mempelajari bahasa Inggris ?

  • I have wanted to give something him since last time.

- Saya telah menginginkan memberi sesuatu kepadanya semenjak dulu.

  • I have been wanting to give something him since last time.

- Saya telah menginginkan memberi sesuatu kepadanya semenjak dulu.

Disamping itu ada beberapa kata kerja lain yang perlu diperhatikan dalam penggunaannya, yaitu

- to be

Hanya digunakan untuk Present Perfect Tense, contoh :

· How long has he been sick?

Berapa lama dia menderita sakit ?

· He has been sick for three days.

Dia menderita sakit selama tiga hari.

Kalimat tersebut tidak boleh

· How long has he been being sick?

· He has he been being sick for three days.

- to wait

Bentuk seperti ini hanya digunakan dengan Present Perfect Continuous. Hal ini sesuai dengan konteks kalimat yang dapat digambarkan dalam contoh di bawah ini.

· How long have you been waiting for me?

- Berapa lama kamu telah sedang menunggu saya ?

· I have been waiting for you for almost one hour.

- Saya kamu telah sedang menunggu kamu selama hampir satu jam.

Tidak boleh

· How long have you waited for me?

· I have waited for you for almost one hour.